Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Tegaskan Pegawai BGN Tidak Boleh Punya Dapur MBG, Ini Alasannya

BGN menata ulang program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran dan bebas kepentingan pribadi.

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Tegaskan Pegawai BGN Tidak Boleh Punya Dapur MBG. (Foto: Nasywa Athifah/kumparan)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Tegaskan Pegawai BGN Tidak Boleh Punya Dapur MBG. (Foto: Nasywa Athifah/kumparan)

Intiperistiwa.comWakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menegaskan larangan bagi seluruh pegawai BGN untuk memiliki atau terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Aturan tersebut juga mencakup dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Agustina, kebijakan itu bertujuan mencegah munculnya konflik kepentingan. Pegawai BGN berperan dalam penyusunan kebijakan sehingga harus menjaga independensi dalam setiap keputusan.

“Hal yang utama itu adalah BGN. Pegawai BGN sebagai orang yang mengambil keputusan dan kebijakan tidak boleh punya SPPG,” ujar Agustina di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Evaluasi Kebijakan Lama

Agustina mengungkapkan adanya sejumlah perubahan aturan pada periode kepemimpinan sebelumnya. Ia menilai perubahan tersebut lebih mengakomodasi kepentingan tertentu.

Salah satu contohnya ialah penetapan insentif SPPG sebesar Rp6 juta per hari secara merata. Sebelumnya, besaran insentif mengikuti jumlah penerima manfaat yang di layani.

Baca Juga :  Prabowo Kumpulkan 12.173 Penggerak Program MBG di Sentul

“Karena dia mengambil kebijakan, kemudian keluarlah angka Rp6 juta flat. Padahal sebelumnya berdasarkan 2.000 kali jumlah penerima manfaat,” katanya.

Ia juga menyinggung perubahan ketentuan jarak operasional dapur. Regulasi yang semula menetapkan radius 400 meter kemudian berubah menjadi 100 meter.

Menurut Agustina, perubahan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar pertimbangannya. Karena itu, BGN kini melakukan pembenahan agar kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

Fokus pada Penerima Manfaat

BGN kini mengubah pendekatan dalam pelaksanaan program MBG. Lembaga tersebut lebih mengutamakan kelompok penerima manfaat di bandingkan penambahan jumlah dapur.

Agustina menegaskan pemerintah harus memastikan intervensi gizi menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan. Setelah itu, kebutuhan dapur akan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Fokus kami adalah penerima manfaat. Baru kemudian membicarakan dapur. Kami benar-benar memastikan program ini tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Pintu Rumah Sebaiknya Dibuka ke Dalam atau ke Luar? Simak Penjelasannya

Ia menilai pendekatan tersebut berbeda dengan pola sebelumnya. Saat itu, perhatian lebih banyak tertuju pada jumlah SPPG yang beroperasi.

Audit Dapur MBG

Selain melakukan penataan kebijakan, BGN juga menjalankan audit terhadap SPPG yang telah beroperasi. Hasil audit akan menentukan langkah lanjutan terhadap setiap dapur.

Agustina membuka kemungkinan adanya penggabungan sejumlah SPPG. Bahkan, BGN tidak menutup opsi penutupan dapur yang tidak memenuhi standar kelayakan.

“Pasti ada SPPG yang bisa di satukan. Bahkan, mungkin ada yang di tutup jika hasil audit menyatakan tidak layak,” tuturnya.

Melalui langkah tersebut, BGN berharap program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan bebas dari kepentingan pribadi. Dengan demikian, manfaat program dapat di rasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(id/*)

Berita Terkait

4 Komponen PKH Ini Sudah Bisa Tarik Bansos Tahap 3 dari Rekening
Bansos Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Syaratnya
Mulai 17 Agustus, Balik Nama SHM Lebih Cepat, Maksimal 10 Hari di 15 Daerah
Bantuan Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Besaran dan Jadwalnya
Kabar Baik Guru Kemenag, Tunjangan Profesi Guru Kemenag Naik 700 Persen
Bukan Cuma TNI dan Kemenhan, Mensesneg: Tukin Guru, Dosen, dan Nakes Juga Ikut Naik
Harapan Besar Guru PPPK Jelang HUT RI Ke-81, Pengangkatan Jadi PNS Dinilai Jadi Kado Terindah
Beasiswa Generasi Berkah 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Rp7 Juta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

4 Komponen PKH Ini Sudah Bisa Tarik Bansos Tahap 3 dari Rekening

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Bansos Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Syaratnya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Mulai 17 Agustus, Balik Nama SHM Lebih Cepat, Maksimal 10 Hari di 15 Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Bantuan Beras Tahap 2 Cair 17 Agustus 2026, Cek Besaran dan Jadwalnya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kabar Baik Guru Kemenag, Tunjangan Profesi Guru Kemenag Naik 700 Persen

Berita Terbaru

Cara Cek NISN Siswa di Dapodik Online, Mudah dan Bisa Lewat HP. (Foto: umsu)

Pendidikan

Cara Cek NISN Siswa di Dapodik Online, Mudah dan Bisa Lewat HP

Jumat, 7 Agu 2026 - 15:00 WIB

Mudah! Ini Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Lewat HP. (Foto: achmadnurhidayat)

Pendidikan

Mudah! Ini Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Lewat HP

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:00 WIB