Intiperistiwa.com – Proyek pembangunan Jeddah Tower di Arab Saudi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Menara raksasa itu kini telah melampaui 100 lantai dan semakin dekat menuju status gedung tertinggi di dunia.
Jeddah Tower di targetkan memiliki ketinggian lebih dari 1.000 meter. Jika target tersebut tercapai, menara ini akan melampaui Burj Khalifa di Dubai yang saat ini memegang rekor dengan tinggi 828 meter.
Perkembangan terbaru menunjukkan proyek berjalan sesuai rencana. Tim konstruksi terus bekerja untuk mengejar target penyelesaian dalam beberapa tahun mendatang.
Sudah Mendekati Lantai 104
Mengutip laporan Newsweek, Kepala Pengelola Thornton Tomasetti sekaligus Manajer Proyek Jeddah Tower, John Peronto, mengungkapkan progres pembangunan berlangsung positif.
Menurut Peronto, bangunan tersebut kini hampir mencapai lantai ke-104. Ketinggiannya juga telah menembus lebih dari 400 meter.
Tim konstruksi menambah ketinggian sekitar empat meter setiap pekan. Dengan laju tersebut, Jeddah Tower di perkirakan mencapai 500 meter dalam sekitar 25 minggu.
“Saya yakin kita akan merayakannya bersama sebagai sebuah tim ketika mencapai 500 meter,” ujar Peronto.
Ia menambahkan, pembangunan masih mengikuti jadwal yang telah di tetapkan. Proyek tersebut di targetkan selesai pada Agustus 2028.
Siapkan Sky Terrace di Lantai 160
Jeddah Tower di perkirakan memiliki sedikitnya 167 lantai. Namun, pengelola baru akan mengumumkan jumlah pasti setelah pembangunan selesai.
Saat ini, tim proyek juga memfokuskan pekerjaan pada area observasi utama. Area tersebut akan hadir di sekitar lantai ke-160.
Pengelola memberi nama fasilitas itu sebagai sky terrace. Nantinya, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Jeddah dan Laut Merah dari ketinggian ekstrem.
Pada April 2026, pembangunan Jeddah Tower masih berada di lantai ke-95. Kini, progres tersebut menunjukkan percepatan yang cukup signifikan.
Terinspirasi Bentuk Daun Palem
Firma arsitektur Adrian Smith + Gordon Gill merancang Jeddah Tower dengan pendekatan futuristis. Namun, mereka tetap mempertahankan unsur simbolis khas Arab Saudi.
Gordon Gill menjelaskan bahwa desain tersebut terinspirasi dari daun palem. Simbol itu merepresentasikan semangat pertumbuhan baru Kerajaan Arab Saudi.
“Bangunan ini sangat konsisten dengan konsep daun palem,” kata Gordon Gill, seperti di kutip Newsweek.
Desain eksterior menampilkan bentuk menyerupai daun yang tumbuh dari permukaan tanah. Konsep tersebut melambangkan lahirnya kehidupan dan optimisme baru.
Selain itu, tim perancang juga mengedepankan efisiensi energi. Mereka menggunakan dinding eksterior berkinerja tinggi untuk mengurangi beban panas.
Pendekatan tersebut membantu menekan konsumsi energi bangunan. Karena itu, menara ini tidak hanya mengandalkan kemegahan visual.
Di Lengkapi Teknologi Lift Modern
Ketiga sisi menara menghadirkan lengkungan khusus yang membentuk kantong bayangan. Fitur tersebut melindungi sebagian bangunan dari paparan sinar matahari langsung.
Lengkungan itu juga menyediakan area teras terbuka. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan Jeddah dan Laut Merah.
Tak hanya itu, Jeddah Tower akan mengusung sistem transportasi vertikal modern. Pengelola menyiapkan 59 lift dan 12 eskalator berteknologi canggih.
Dengan progres yang terus bertambah, Jeddah Tower semakin mendekati tonggak sejarah baru. Menara ini berpotensi mengubah peta arsitektur dunia sekaligus menggeser dominasi Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di planet ini. (id/*)










Komentar