Karhutla di Taman Nasional Berbak dan Sembilang Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air

Kebakaran gambut merambat di Labuhan Pering dan Sungai Cemara, Tanjung Jabung Timur. Petugas menghadapi keterbatasan air, angin kencang, dan akses sulit.

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla di Taman Nasional Berbak dan Sembilang Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air. (Foto: Dok Daops Manggala Agni Kota Jambi/mediaindonesia)

Karhutla di Taman Nasional Berbak dan Sembilang Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air. (Foto: Dok Daops Manggala Agni Kota Jambi/mediaindonesia)

Intiperistiwa.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, masih meluas hingga Sabtu (24/10/2026). Petugas gabungan berupaya mengendalikan api di Desa Labuhan Pering dan Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu. Namun, keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju titik kebakaran menghambat pemadaman.

Angin kencang juga mempercepat perambatan api. Di sejumlah titik, petugas hanya dapat menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki untuk menjangkau lokasi. Mereka bahkan harus membawa peralatan pemadaman secara bertahap. Kondisi tersebut membuat tim perlu terus melakukan pemadaman sekaligus menyekat pergerakan api agar kebakaran tidak meluas lebih jauh.

Karhutla Berbak dan Sembilang Meluas ke Dua Desa

Tim gabungan Satuan Tugas Karhutla masih melakukan pemadaman di Desa Labuhan Pering dan Sungai Cemara. Personel yang terlibat berasal dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, masyarakat peduli api (MPA), dan relawan.

Danru 2 Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Pandi Punaya, mengatakan timnya masih memadamkan api bersama unsur Satgas lainnya di Sungai Cemara.

“Kami Manggala Agni Daops Bukit Tempurung saat ini masih melakukan pemadaman bersama tim Satgas lainnya di Desa Sungai Cemara, Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi,” kata Pandi Punaya, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga :  TNKS Buka Kembali Pendakian Gunung Kerinci, Ini Aturannya

Pandi menjelaskan bahwa api di Sungai Cemara merambat dari Desa Labuhan Pering. Sementara itu, petugas menghadapi kesulitan mendapatkan air karena sumber air di lokasi mengering.

Tim pemadam kini mengandalkan embung yang dibuat perusahaan untuk memenuhi kebutuhan air selama operasi.

“Kendala kita di lapangan sulitnya sumber air hanya bergantung kepada embung yang dibuat perusahaan. Untuk angin sangat kencang, sehingga api cukup cepat merambat,” ujar Pandi.

Akses Sulit Membuat Pemadaman Karhutla Terkendala

Medan gambut menjadi hambatan lain bagi petugas saat menjangkau titik api. Jalan di lokasi hanya dapat dilalui kendaraan roda dua pada bagian yang memungkinkan. Selebihnya, petugas harus berjalan kaki sambil membawa perlengkapan pemadaman.

“Akses jalan di sini gambut hanya bisa kendaraan roda dua dan berjalan kaki untuk menuju titik api,” ungkap Pandi.

Petugas harus melansir peralatan satu per satu menuju lokasi kebakaran. Keterbatasan akses tersebut menambah tantangan ketika tim membutuhkan air dan perlengkapan untuk memadamkan api.

Di Desa Labuhan Pering, api masih aktif merambat dan berpotensi meluas. Karena itu, petugas terus melakukan penyekatan untuk membatasi penjalaran kebakaran.

Danru 3 Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Ebit Saputra, menjelaskan upaya yang berlangsung di desa tersebut.

Baca Juga :  Karhutla Batang Hari Capai 1.497 Hektare, Tahura Sultan Thaha Jadi Wilayah Terparah

“Untuk situasi api masih aktif, tim masih melakukan upaya penyekatan api yang dilakukan tim Manggala Agni, BPBD Tanjung Jabung Timur, TNI, dan masyarakat,” kata Ebit Saputra.

Ebit juga menyebut keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi sebagai kendala utama.

“Kendala di lokasi minimnya sumber air dan akses menuju lokasi kebakaran,” ujar Ebit.

Luas Lahan Terbakar di Jambi Hampir 5.000 Hektare

Rekapitulasi Satgas Karhutla Jambi mencatat total luas lahan terbakar mencapai 4.954,90 hektare per Jumat (23/10/2026). Data dalam laporan sumber merinci luas kebakaran di sembilan kabupaten dan kota sebagai berikut:

  • Kabupaten Batang Hari: 1.470 hektare

  • Kabupaten Muaro Jambi: 635 hektare

  • Kabupaten Tebo: 403 hektare

  • Kabupaten Bungo: 86 hektare

  • Kabupaten Sarolangun: 958 hektare

  • Kabupaten Merangin: 56 hektare

  • Kabupaten Tanjung Jabung Timur: 659 hektare

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: 674 hektare

  • Kota Jambi: 10 hektare

Angka tersebut merupakan rekapitulasi luas lahan terbakar di Provinsi Jambi hingga tanggal pelaporan, bukan luas kebakaran khusus di Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Sementara itu, petugas masih berupaya memadamkan api di Labuhan Pering dan Sungai Cemara di tengah keterbatasan air serta akses menuju titik kebakaran. (iD/*)

Berita Terkait

DPRD Kota Jambi Pertanyakan Anggaran Kampung Bahagia, Jalan Rusak Jadi Sorotan
Kisah Nyata Jumaidin yang Dikira Meninggal oleh Keluarga saat Bencana Palu, Tiba-Tiba Pulang Setelah Delapan Tahun
Wagub Jambi Abdullah Sani Buka Festival Budaya Kerinci 2026, Angkat Warisan Leluhur dan Identitas Daerah
Jeriken Berisi Pertalite Ditemukan Saat Pemadaman Karhutla di Batang Hari, Polisi Dalami Temuan
Polda Jambi Amankan 20 Terduga Pengguna Narkoba di Muaro Jambi
Azhar Hamzah Lantik Lima Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh
Kemenhut Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Dua di Jambi
Polisi Tangkap Direktur Travel Umrah terkait Dugaan Penipuan di Jambi
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:00 WIB

DPRD Kota Jambi Pertanyakan Anggaran Kampung Bahagia, Jalan Rusak Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Karhutla di Taman Nasional Berbak dan Sembilang Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Kisah Nyata Jumaidin yang Dikira Meninggal oleh Keluarga saat Bencana Palu, Tiba-Tiba Pulang Setelah Delapan Tahun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Wagub Jambi Abdullah Sani Buka Festival Budaya Kerinci 2026, Angkat Warisan Leluhur dan Identitas Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Jeriken Berisi Pertalite Ditemukan Saat Pemadaman Karhutla di Batang Hari, Polisi Dalami Temuan

Berita Terbaru