Delapan Negara Kecam Serangan Israel terhadap Dua Masjid di Tepi Barat Palestina

Indonesia dan tujuh negara lainnya mengecam serangan terhadap dua masjid di Tepi Barat.

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan Negara Kecam Serangan Israel terhadap Dua Masjid di Tepi Barat Palestina. (Foto: antaranews)

Delapan Negara Kecam Serangan Israel terhadap Dua Masjid di Tepi Barat Palestina. (Foto: antaranews)

Intiperistiwa.com – Indonesia bersama Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA) mengecam serangan yang menimpa dua masjid di wilayah Tepi Barat, Palestina. Insiden tersebut terjadi di Masjid Agung Desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di Desa Mazar’a al-Nubani, Ramallah Utara. Delapan negara itu menilai tindakan tersebut mencederai kesucian tempat ibadah dan memperburuk situasi keamanan di wilayah Palestina.

Melalui pernyataan bersama yang di unggah Kementerian Luar Negeri RI di platform X pada Jumat, negara-negara tersebut menyoroti peningkatan kekerasan di Tepi Barat. Selain itu, mereka menilai serangan terhadap warga sipil dan fasilitas keagamaan terus menunjukkan eskalasi konflik yang mengkhawatirkan. Mereka juga menyebut aksi tersebut bertentangan dengan berbagai prinsip hukum internasional.

Dalam pernyataan itu, para menteri luar negeri menegaskan bahwa serangan terhadap tempat ibadah tidak dapat di benarkan dalam kondisi apa pun. Mereka menilai tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional serta sejumlah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, mereka meminta semua pihak menghormati dan melindungi situs keagamaan.

Baca Juga :  Cara Melacak Lokasi Seseorang Lewat WhatsApp dan Google Maps, Simak Langkah-Langkahnya

Desak Penghentian Eskalasi

Delapan negara tersebut juga menyampaikan penolakan tegas terhadap berbagai tindakan yang mereka nilai melanggar hukum internasional di wilayah Palestina yang di duduki. Menurut mereka, tindakan tersebut memicu ketidakstabilan, memperbesar risiko kekerasan, dan menghambat berbagai upaya perdamaian yang sedang berjalan.

Selain itu, para menteri luar negeri menegaskan bahwa Israel sebagai pihak pendudukan memiliki tanggung jawab atas situasi yang terjadi. Mereka kemudian mendesak komunitas internasional mengambil langkah yang lebih konkret. Mereka meminta dunia internasional menekan Israel agar menghentikan eskalasi di Tepi Barat dan mengakhiri kekerasan yang melibatkan para pemukim.

Tidak hanya itu, mereka juga menuntut adanya pertanggungjawaban hukum bagi pelaku kekerasan. Menurut mereka, proses hukum harus berjalan tanpa pengecualian. Dengan demikian, upaya menjaga keadilan dan stabilitas dapat terlaksana secara lebih efektif.

Baca Juga :  Menantang Adrenalin! Jembatan Gantung Situ Gunung Tawarkan Sensasi Berjalan di Atas Hutan

Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Dalam pernyataan yang sama, delapan negara tersebut kembali menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina. Dukungan itu mencakup hak menentukan nasib sendiri dan hak mendirikan negara yang merdeka serta berdaulat.

Mereka tetap mendukung pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Selain itu, mereka juga mendukung berbagai langkah diplomatik untuk mengakhiri pendudukan dan mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan melalui solusi dua negara.

Sebelumnya, pada Rabu malam (17/6), sekelompok pemukim Israel memasuki Desa Jiljilya dan Desa Mazar’a al-Nubani di Tepi Barat. Berdasarkan laporan Anadolu, pelaku membakar sebagian bangunan masjid dan mencoret dinding dengan tulisan berbahasa Ibrani. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan yang menyasar permukiman warga, tempat ibadah, lahan, dan berbagai aset milik masyarakat Palestina.(id/*)

Berita Terkait

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu
Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan
Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Ethel Caterham Genap 117 Tahun, Orang Tertua di Dunia yang Masih Hidup
China Bangun Lift Kaca 288 Meter di Tebing, Perjalanan Anak Sekolah Kini Hanya 30 Menit
Daftar 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia, Jakarta Berada di Posisi Berapa?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:00 WIB

Gurun Mesir Ternyata Pernah Jadi Laut, Fosil Hiu Purba Ungkap Kehidupan Jutaan Tahun Lalu

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Kylian Mbappe Masuk Daftar 26 Target Jaringan Kriminal di Prancis, Diduga Jadi Sasaran Penculikan

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Pulau Misterius di Danau Williston Sempat Hilang, Muncul Lagi 32 Kilometer dari Lokasi Awal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Banjir Bandang Dahsyat di Nepal Terjadi Tanpa Hujan Deras, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karhutla Dunia Hanguskan 112,3 Juta Hektare Lahan, Negara Mana yang Paling Terdampak?

Berita Terbaru

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya. (Gambar: Ilustrasi AI)

Tips & Trik

Air Dispenser Panas Semua? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaikinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB