Intiperistiwa.com – Struktur manajemen perusahaan menjadi sorotan dalam persidangan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang menjerat Richard Lee. Keterangan saksi dari perusahaan kecantikan Athena menjelaskan perbedaan posisi pemegang saham dan pengurus perusahaan. Perbedaan tersebut berkaitan dengan kewenangan mengambil keputusan serta memberikan instruksi kepada karyawan. Karena itu, keterangan mengenai susunan manajemen menjadi bagian penting dalam memahami peran setiap pihak di perusahaan.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, dua saksi dari divisi legal dan keuangan Athena memberikan keterangan mengenai posisi Richard Lee. Menurut keterangan mereka, Richard Lee tidak lagi tercatat dalam struktur kepengurusan perusahaan sejak 2022. Namun, ia masih tercatat sebagai pemegang saham Athena. Sementara itu, saksi menyebut David Lee Thomson memegang posisi Presiden Direktur dan menjalankan kewenangan tertinggi dalam perusahaan. Keterangan tersebut juga menyinggung waktu pengalihan kendali dan pengesahan dokumen perusahaan. Dengan demikian, penjelasan saksi berfokus pada susunan manajemen serta pembagian kewenangan di Athena.
Saksi Jelaskan Posisi Richard Lee dalam Struktur Manajemen Athena
Staf legal Athena bernama Ali menjelaskan bahwa Richard Lee sudah tidak masuk dalam struktur kepengurusan sejak awal 2022. Ia menyampaikan keterangan itu dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang pada Kamis (8/10/2026) malam.
“(Richard Lee sudah tidak ada di struktur perusahaan) sejak Pak David pegang di 2022 awal,” kata Ali.
Ali kemudian menerangkan bahwa David Lee Thomson sebenarnya sudah memegang kendali perusahaan sebelum 2022. Namun, perusahaan baru menyelesaikan proses pencatatan dan pengesahan dokumen pada tahun tersebut.
“(Sebelum 2022) Sudah Pak David sebenarnya. Sudah Pak David. Tapi memang secara dokumen disahkan di tahun 2022,” ucapnya.
Keterangan Ali menegaskan perbedaan antara waktu penguasaan kendali perusahaan dan waktu pengesahan dokumen. Menurut saksi, David Lee sudah memegang kendali sebelum perusahaan merampungkan administrasi pada 2022.
David Lee Thomson Disebut Memegang Kewenangan Tertinggi
Ali juga menjelaskan pembagian kewenangan dalam struktur manajemen Athena. Menurut keterangannya, David Lee Thomson memegang kewenangan tertinggi untuk menentukan kebijakan, memberikan persetujuan, dan mengambil keputusan perusahaan.
“Iya, beliau (David Lee) tertinggi. Pemegang keputusan, persetujuan, wewenang semua di tangan beliau,” terangnya.
Dengan posisi tersebut, David Lee menjalankan kewenangan yang berkaitan dengan pengambilan keputusan perusahaan. Sementara itu, menurut saksi, Richard Lee tidak memiliki kewenangan struktural untuk memberikan perintah kerja secara langsung kepada karyawan Athena.
Ali menjelaskan bahwa instruksi kepada karyawan harus memperoleh izin resmi dari Presiden Direktur. Ketentuan itu mencakup berbagai urusan pekerjaan di lingkungan perusahaan.
Saksi Tegaskan Batas Kewenangan Richard Lee terhadap Karyawan
Dalam persidangan, Richard Lee meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kewenangannya terhadap staf Athena. Ali kemudian menegaskan bahwa Richard Lee tidak memiliki hak untuk memerintah divisi perusahaan secara langsung.
Menurut keterangan saksi, batas kewenangan tersebut mencakup urusan kas hingga penyusunan draf kontrak kerja sama oleh tim sumber daya manusia atau HRD Athena. Dengan demikian, jabatan dalam struktur manajemen menjadi pokok penjelasan saksi mengenai pihak yang berwenang memberikan instruksi kepada karyawan.
Keterangan tersebut berasal dari saksi dalam persidangan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang menjerat Richard Lee. (iD/*)











Komentar