Intiperistiwa.com – Sejumlah mahasiswa berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini. Mereka akan menyuarakan berbagai persoalan nasional yang di nilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Seruan aksi tersebut muncul melalui unggahan akun Instagram Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (18/6/2026). Massa aksi di jadwalkan mulai berkumpul pada pukul 13.30 WIB.
Mahasiswa menilai kondisi ekonomi dan politik membutuhkan langkah perbaikan yang lebih nyata. Karena itu, mereka memilih menyampaikan aspirasi secara terbuka melalui aksi demonstrasi.
Di Perkirakan Di Ikuti 500 Mahasiswa
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, Aisyah, membenarkan rencana aksi tersebut. Ia menyebut jumlah peserta di perkirakan mencapai sekitar 500 orang.
Menurut Aisyah, mahasiswa Universitas Trisakti tidak bergerak sendiri. Mereka telah berkoordinasi dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain.
“Perkiraan sekitar 500 orang setelah kami berkonsolidasi. Kami tidak sendiri karena ada mahasiswa dari Undira dan Universitas Esa Unggul. Kemungkinan kami tiba sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Aisyah saat di konfirmasi, Kamis (18/6/2026) malam.
Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang berkembang.
Tuntutan pertama berkaitan dengan pemulihan ekonomi dan politik nasional. Mahasiswa mendesak pemerintah menurunkan harga bahan pokok serta harga bahan bakar minyak.
Selain itu, mereka meminta peningkatan ketersediaan BBM bersubsidi. Mereka juga mengkritisi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara agar lebih efektif.
“Kami memiliki tiga tuntutan dengan beberapa poin. Pertama, pulihkan ekonomi dan politik. Turunkan harga bahan pokok, turunkan harga BBM, tingkatkan ketersediaan BBM subsidi, serta hentikan pemborosan APBN,” kata Aisyah.
Tuntutan kedua menyasar kinerja pejabat publik. Mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi berbagai program yang di anggap belum berjalan optimal.
Mereka juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, mereka meminta pemerintah memperbaiki komunikasi kepada masyarakat.
“Kedua, berantas inkompetensi pejabat. Hentikan sementara dan evaluasi total program MBG, serta perbaiki komunikasi pemerintah kepada publik,” ujarnya.
Sementara itu, tuntutan ketiga berkaitan dengan supremasi sipil. Mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebijakan dan penegakan hukum.
Mereka menyatakan penolakan terhadap RUU Polri. Mereka juga meminta pembebasan tahanan politik serta penghentian tindakan represif aparat.
Selain itu, mahasiswa menyoroti situasi di Indonesia Timur dan ranah sipil. Mereka turut menolak Program Strategis Nasional (PSN) yang di nilai tidak berpihak kepada masyarakat.
“Ketiga, kembalikan supremasi sipil. Tolak UU Polri, bebaskan seluruh tahanan politik, hentikan represivitas aparat serta militerisme di Indonesia Timur dan ranah sipil, serta tolak PSN yang tidak berpihak kepada rakyat,” tegas Aisyah.
Aksi ini menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai isu nasional. Mereka berharap pemerintah dan DPR dapat mendengar serta menindaklanjuti tuntutan yang di sampaikan.(id/*)










Komentar