Penerima MBG Bakal Dievaluasi, Siswa SMA Berpeluang Tak Lagi Dapat Jatah MBG

BGN menyiapkan penataan ulang penerima MBG agar anggaran lebih tepat sasaran.

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penerima MBG Bakal Dievaluasi, Siswa SMA Berpeluang Tak Lagi Dapat Jatah MBG. (Foto: Bisnis-Fahmi Ahmad Burhan)

Penerima MBG Bakal Dievaluasi, Siswa SMA Berpeluang Tak Lagi Dapat Jatah MBG. (Foto: Bisnis-Fahmi Ahmad Burhan)

Intiperistiwa.com – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang perubahan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran.

BGN sebelumnya mengusulkan pagu anggaran sebesar Rp270,2 triliun pada 2027. Dana tersebut di proyeksikan menjangkau 81,5 juta penerima manfaat.

Namun, pemerintah kini mempertimbangkan penyesuaian penerima bantuan. Karena itu, kebutuhan anggaran berpotensi menurun.

Fokus pada Kelompok yang Membutuhkan

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan rencana tersebut usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

Menurut Agustina, BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Selain itu, sejumlah kementerian lain turut terlibat.

“Salah satu langkah perbaikan yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan beberapa kementerian lain,” ujarnya.

BGN akan memprioritaskan kelompok yang membutuhkan intervensi gizi langsung. Fokus utama menyasar ibu hamil dan anak usia dini.

Baca Juga :  Rekrutmen Calon Hakim Pengadilan Pajak 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Sebaliknya, beberapa kelompok penerima berpotensi keluar dari daftar bantuan. Salah satunya siswa SMA dari keluarga berkecukupan.

“Misalnya lah contoh gampang, untuk SMA ya mungkin tidak perlu di berikan lagi MBG,” kata Agustina.

“Apalagi SMA-SMA yang mungkin uang sakunya anak-anaknya sudah Rp100.000, Rp200.000. Mungkin yang high class itu tidak perlu lagi,” lanjutnya.

Delapan Juta Penerima Berpotensi Berkurang

Agustina menjelaskan simulasi awal telah di lakukan. Hasilnya menunjukkan potensi pengurangan sekitar delapan juta penerima.

Dengan demikian, kebutuhan anggaran juga di perkirakan ikut menurun. Nilainya kemungkinan lebih kecil dari proyeksi sebelumnya.

“Kemungkinan besar pasti akan berkurang,” ujarnya.

Penyaluran MBG Libur Sementara

Selain menata ulang penerima, BGN juga akan menghentikan sementara penyaluran MBG saat libur sekolah.

Kebijakan itu bertujuan memperbaiki tata kelola program. BGN ingin meningkatkan kualitas layanan sebelum tahun ajaran baru di mulai.

Baca Juga :  Kena Tilang ETLE atau Tidak? Begini Cara Mudah Cek Status Kendaraan Lewat HP

Seluruh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan menjalani audit menyeluruh.

“Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur,” kata Agustina.

“Sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih rapi,” tambahnya.

Skema Insentif Ikut Di Evaluasi

BGN juga akan meninjau pola pemberian insentif pengelola SPPG. Selama ini, seluruh pengelola menerima insentif Rp6 juta.

Ke depan, BGN akan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat. Selain itu, kinerja dapur juga menjadi dasar penilaian.

“Jadi tidak di pukul rata semua Rp6 juta. Jadi tidak sama lagi bentuknya,” jelas Agustina.

“Kami akan membuat beberapa komposit penilaian supaya tidak sekadar menghasilkan output,” lanjutnya.

Evaluasi ini menunjukkan upaya pemerintah memperbaiki pelaksanaan MBG. Dengan begitu, manfaat program di harapkan benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan. (id/*)

Berita Terkait

Cara Anjing dan Kucing Melihat Warna, Benarkah Mereka Buta Warna?
5 Kicauan Burung Paling Indah dan Paling Buruk Menurut Penelitian
Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri Jadi Penerima Bansos
ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari, Kenali Tahapan dan Persyaratan untuk Ahli Waris
Benarkah dari NIK Bisa Mengetahui Seseorang Bermain Judi Online? Ini Penjelasannya
Daftar Juara OMI 2026 Sungai Penuh, Siap Melangkah ke Tingkat Provinsi Jambi
Kemenag Kerinci Siapkan Dua Madrasah per Jenjang untuk Penilaian Sekolah Sehat
Mentan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Taksir Kerugian Konsumen Rp89 Triliun
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:00 WIB

Cara Anjing dan Kucing Melihat Warna, Benarkah Mereka Buta Warna?

Sabtu, 19 September 2026 - 16:00 WIB

5 Kicauan Burung Paling Indah dan Paling Buruk Menurut Penelitian

Sabtu, 19 September 2026 - 13:00 WIB

Belum Terdaftar Bansos? Ini Cara Mengusulkan Diri Jadi Penerima Bansos

Sabtu, 19 September 2026 - 07:00 WIB

ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari, Kenali Tahapan dan Persyaratan untuk Ahli Waris

Jumat, 18 September 2026 - 22:00 WIB

Benarkah dari NIK Bisa Mengetahui Seseorang Bermain Judi Online? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru